CRM klinik Anda sebenarnya WhatsApp (dan tidak ada yang membacanya)
Hampir semua klinik menjalankan pipeline pasien lewat WhatsApp, lalu kehilangan booking karena tidak ada yang sanggup membaca 400 chat sehari. Ini solusinya.
Dokwise membaca percakapan WhatsApp Anda dan menunjukkan persis berapa pendapatan yang bisa dipulihkan, lalu memulihkannya untuk Anda.
1 minggu gratis · Tanpa kartu kredit · Lihat pendapatan yang bisa dipulihkan




Setiap hari, deal ini hilang tanpa Anda sadari
Calon pelanggan bertanya, Anda jawab, mereka menghilang. Kapan terakhir Anda follow up?
Klien bilang "Saya kembali minggu depan." Tidak ada yang cek apakah mereka datang. Berapa nilainya?
Mereka aktif minggu lalu. Sekarang diam. Kapan terakhir Anda cek?

Tanpa CRM baru. Tanpa input data manual. Cukup WhatsApp yang sudah Anda pakai.
Sambungkan akun WhatsApp Business Anda dalam 5 menit. Dokwise langsung mulai membaca percakapan Anda.
Dokwise menganalisis setiap percakapan Anda dengan pasien, lalu menemukan siapa yang butuh perhatian sebelum mereka booking di tempat lain.
Setiap pagi: daftar siapa yang harus dihubungi kembali, siapa yang perlu di-follow up, dan siapa yang akan pergi, beserta alasannya.
Empat layar, sesuai urutan Anda menemuinya.
Membaca 15 hari terakhir dan menghitung yang masih bisa ditarik Dokwise membaca semua percakapan di WhatsApp Anda, bukan cuma yang sempat ditandai staf, lalu menjumlahkan tindakan yang sempat ditanyakan pasien tapi tidak pernah jadi booking. Angka itu yang Anda buka setiap pagi.

Lalu memberi tahu kenapa masing-masing berhenti Pasien yang diam setelah tahu harga butuh pesan yang berbeda dari pasien yang memang belum dibalas staf. Setiap kebocoran dikelompokkan berdasarkan yang benar-benar terjadi, jadi Anda tidak mengirim "halo kak, masih berminat?" yang sama ke 47 orang.

Dan menulis pesannya, di tempat Anda akan mengirimnya Tiap draf menyebut tindakan yang ditanyakan, harga yang sempat diberikan, dan sudah berapa lama menggantung. Drafnya muncul di panel sebelah WhatsApp Web, tab yang memang sudah dibuka admin, jadi sekali klik langsung masuk ke kolom pesan.

Atau lewati semuanya, tinggal tanya Tidak ada dashboard yang perlu dipelajari. Tanya pakai bahasa sehari-hari, Dokwise menjawab dari riwayat percakapan Anda sendiri, lalu menawarkan untuk menuliskan follow-up-nya.

Pemilik klinik lewat WhatsApp, admin lewat WhatsApp Web, manajer lewat aplikasi web. Data dan rekomendasinya sama, dari satu agent yang sama.
Ringkasan pagi masuk sebagai pesan WhatsApp biasa: apa yang berisiko hari ini dan siapa yang harus dihubungi duluan. Tidak perlu install, tidak perlu buka aplikasi.

“Dari 5 kampanye, Dokwise menemukan pasien yang benar-benar kami lupakan. ROI-nya langsung terasa.”
Permata Adinda Clinic, Jakarta
990
Pasien dihubungi
176
Terhubung kembali
Rp 75Jt
Pendapatan dipulihkan
Tiga video, enam pertanyaan, dijawab apa adanya dan tanpa naskah. Pilih yang paling ingin Anda tahu jawabannya.
Anasya
Pemilik klinik
Dari klinik gigi dan estetika hingga layanan kehamilan, tim-tim ini menjalankan follow-up pasien mereka di Dokwise.

Permata Adinda Karang Tengah

Permata Adinda Ciputat

Permata Adinda Palem

Casa Lovina

Luxe Dental

Dandelion Dental Care

Bare Face Kapling

Bare Face Panam

inHarmony

Andalan Dental Aesthetic

UNDC Dental Aesthetic

Ola Clinic Kupang

Ola Clinic PIK

Ola Clinic Kemang

Azzahra Dental Care Tukad Badung

Azzahra Dental Care Genteng

Rejoy

Felicia Glowing Clinic

Xora Dental
Kalau pasien Anda menghubungi lewat WhatsApp, ada booking yang hilang tanpa Anda sadari.
Hubungi lagi pasien yang sempat tanya jadwal tapi tidak pernah jadi booking.
Tarik lagi yang tanya behel, implan atau veneer lalu diam setelah tahu harga.
Hubungi lagi klien yang sempat tanya treatment tapi tidak pernah pilih jadwal.
Empat pekerjaan yang sampai sekarang masih dikerjakan manual sama tim Anda. Mulai dari yang paling bikin bocor.
Dapat daftar harian siapa yang harus dichat hari ini, lengkap sama draf pesannya.
Buka lagi obrolan yang sudah lama didiamkan, lalu menangkan dealnya.
Setiap chat jadi kontak lengkap sama konteksnya. Tanpa input data, tanpa aplikasi baru.
Lihat lead mana yang panas, mana yang mandek, dan siapa yang belum dibalas.
Mungkin lebih dari ini.
Rp 1.000.000
per bulan / per nomor
Coba gratis 1 minggu, tanpa kartu kredit
Hampir semua klinik menjalankan pipeline pasien lewat WhatsApp, lalu kehilangan booking karena tidak ada yang sanggup membaca 400 chat sehari. Ini solusinya.
Cara menangani komplain pasien lewat WhatsApp: urutan balasan yang menenangkan, mana yang harus naik ke dokter, dan komplain diam yang tidak terlihat.
Cara meningkatkan kunjungan pasien klinik dengan tiga sumber yang sudah ada di WhatsApp Anda, sebelum anggaran iklan bulan depan dinaikkan lagi.
Panduan praktis dari klinik yang sudah menjalankannya.
Hubungkan WhatsApp Anda dan kami akan tunjukkan setiap lead yang menghilang, kontak yang dingin, dan peluang yang terlewat. Gratis.